Petualangan Semut Merah Mencari Permata

Bandung, 7 November 2014

Oleh Riyan Ar Rayyan

492fc2e518e319f9433b299df252a7db_semut-merah-copy-copy-copy

“Apakah aku mampu mendapatkan permata itu” ujar si semut merah.

Di sebuah kerajaan yang sangat megah tinggalah sebuah koloni semut yang setiap harinya bekerja bersama untuk mencari makanan demi kelangsungan hidup semua masyarakat semut. Layaknya sebuah masyarakat yang harmonis setiap harinya mereka saling menyapa dan menebar senyum apabila saling berpapasan. Kerajaan ini meski terlihat sangat sibuk namun memiliki masyarakat yang sangat peduli terhadap sesama dan saling mengenal satu sama lain.
Kerajaan ini dipimpin oleh seorang ratu yang benama orin. Dengan sikap sang ratu yang bijaksana semua masyarakat merasa tentram, damai dan sejahtera, sang ratu suka sekali dengan musik, beliau setiap pagi bernyanyi bersama untuk membuat masyarakat merasakan keindahan alam ini. Suaranya sangat merdu dan ternyata sang ratu orin juga memiliki sebuah kelompok musik yang dia bentuk sendiri dengan nama orinade ansamble. Grup musik ini juga yang suka mengiringi ratu orin dalam membuat lagu-lagunya. Namun disisi lain ada sekelompok kumbang yang sangat iri terhadap suara sang ratu yang menyebabkan telinga mereka terganggu dan tidak bisa mencari makan.

Suatu pagi seperti biasanya sang ratu memulai kegiatan, dia menyanyikan lagu lagu ciptaannya sang ratu merasakan tenggorokannya sakit yang luar biasa, diapun tak bisa melanjutkan nyanyiannya karena sulitnya mengeluarkan suara, bibi mae yang biasa melayani sang ratu heran mengapa tiba tiba suara sang ratu menghilang dan digantikan oleh rintihan kesakitan. Dia panik dan langsung memanggil petugas kesehatan yang biasa menyembuhkan sang ratu. Tapi sesampainya di istana, petugas itu mulai membacakan mantra mantra penyembuhan. Keadaan sang ratu yang seharusnya membaik malah terbalik dia semakin merasa kesakitan bahkan terlihat disekitar tenggorokannya membesar. Alhasil petugas kesehatan itu berkata bahwa ini bukanlah penyakit yang biasa, namun ini merupakan penyakit paling langka didunia semut dan baru kali ini terjadi. Penyakit ini terjadi karena sihir dari kerajaan kumbang yang sirik terhadap suara sang ratu. Petugas kesehatan itu kemudian bergegas pergi ke rumahnya untuk mencari data mengenai obat yang sedang diderita sang ratu. Dan diapun menemukan sebuah berkas yang menandakan bahwa penyakit akibat sihir itu hanya bisa disembuhkan oleh sebuah permata yang terdapat di sebuah hutan berkabut yang didalamnya terdapat penunggu yang sangat menyeramkan. Perlu sekolompok kesatria untuk bisa mendapatkan permata itu demi menyembuhkan sang ratu dari penyakitnya. Ketika sang ratu sakit keadaan kerajaanpun kian hari kian kacau, masyarakat tidak lagi merasakan kenyamanan dan keamanan, hari demi hari sang ratu hanya terbaring di tempat tidur tanpa banyak melakukan aktivitas, sementara itu kerajaan dipegang kekuasaan oleh penasihat kerajaan. Sang penasihat khawatir melihat keadaan sang ratu dan keadaan kerajaan yang semakin memburuk, akhirnya petinggi petinggi kerajaan dikumpulkan untuk mengadaka rapat yang sangat rahasia demi mengembalikan keadaan kerajaan seperti semula, dengan nyanyian perkumpulan semua petinggi berkumpul dan langsung mengadakan persetujuan persetujuan dan diambilah sebuah solusi untuk mengadakan sayembara pencarian kesatria semut yang mampu mengambil permata di hutan berkabut demi mengembalikan keadaan kerajaan menjadi baik seperti semula.

Sayembara diadakan layaknya pencarian gladiator roma, pertarungan demi pertarungan telah diadakan dalam satu minggu, dan pada akhirnya terbentuk 5 kesatria semut yang layak berpetualang mencari permata. Lima kesatria itu masing-masing bernama rod, timi, zen, willy, dan nadia. Mereka diperintahkan untuk segera berangkat mengemban tugas mulia demi kesejahteraan kerajaan dan kesembuhan sang ratu orin. Kelima kesatria itu berangkat dengan gagah diiringi oleh nyanyian nyanyian kepahlawanan sebagai pengantar keberangkatan mereka agar mereka lebih bersemangat.

Berhari hari mereka melakukan perjalanan dengan banyak rintangan, akhirnya mereka menemukan hutan berkabut yang ditunjukan oleh petugas kesehatan hanya dengan mengandalkan sebuah kompas sebagai penunjuk jalan. Hujan deras tiba tiba mengguyur mereka ketika memasuki hutan berkabut, tetapi mereka tidak menyerah untuk mendapatkan permata, mereka tetap berjalan menembus semak semak dan pepohonan yang menutupi jalan dengan keadaan hujan deras. Ditengah perjalanan sekelompok laba laba hitam menyerang dengan tarian laba laba untuk membuat jaring dan mengurung mereka, tapi zen yang memiliki kecepatan berlari dengan sigap membuat jaring tersebut menjadi kusut dan menjadi bola bola kecil, kemudian di umpan pada teman lainnya. Willy apalagi nadia malah tertawa tawa sambil menendang bola kearah laba laba hitam dan laba laba itu tersungkur jatuh ke tanah satu persatu. Tetapi dengan baik hati dari kelima satria, laba laba hitam tidak mereka bunuh, mereka hanya menanyakan dimanakah keberadaan permata yang mereka cari. Laba laba merasa bahwa semut sangat baik hati tidak membunuh sesamanya akhirnya salah satu dari laba laba itu menunjukan dimana permata itu berada dan mau mengantarkan kelima kesatria untuk dapat menemukan permata yang dicarinya. Dan merekapun melanjutkan perjalanan. Tibalah disebuah pusat hutan kabut yang sangat menyeramkan sang laba laba berhenti berjalan dan merasakan seluruh badannya menggigil, laba laba bercerita bahwa dia tidak sanggup untuk masuk ke pusat tersebut karena takut menghadapi raja hutan kabut yang sangat buas. Tetapi tanpa merasakan gemetar rod memulai langkahnya memasuki pintu gerbang pusat dari hutan kabut, dengan kabut yang sangat tebal dan hawa hutan yang dingin, mungkin tidak semua semut mampu bertahan didalamnya, nadia yang memang dirinya perempuan merasakan kegelisahan yang sangat ketika mereka masuk pintu gerbang, Tetapi timi mampu meyakinkan nadia dan akhirnya kebenarian nadia bangkit kembali. Dengan sangat hati hati kesatria memasuki pusat hutan berkabut karena kondisi yang sangat gelap jarang sekali cahaya matahari masuk.

Begitu banyak suara suara menyeramkan yang datang menghampiri mereka dan tiba tiba ada sebuah racun ulat berbulu yang menyerang mereka, ternyata ulat berbulu itu adalah kawanan penjaga permata yang mempertahankan permata dengan nyawanya. Beribu ulat bulu berdatangan dengan wajah yang sangat garang. Menyerang, menerjang, para kesatria semut. Tanpa khawatir satu persatu kawanan ulat bulu jatuh tersungkur oleh para kesatria. Entah berapa banyak yang ulat bulu yang terjatuh dan tiba tiba sosok besar datang dari belakang kawanan ulat bulu, itu adalah sesosok kupu kupu cantik namun memiliki racun apabila menghadapi musuh yang menyerang dirinya. Kupu 2 itu bertanya kenapa semut begitu tega menghancurkan kerajaannya. Dengan jawaban yang lantang sang semut memberi jawaban tentang kejadian sebenarnya yang terjadi di kerajaan semut, dan dia sebenarnya tidak ingin menghancurkan apapun ditempat yang menurut mereka awam. Namun terdahulu para ulat itu menyerang karena mendapati kami seakan sebagai musuh. Tujuan semut sebenarnya hanya ingin meminjam permata yang terdapat di dalam hutan kabut ini untuk mengembalikan keadaan kerajaan seperti semula dan mengobati ratu orin yang terkena sihir kumbang jahat. Oleh karena itu sang semut mencoba membujuk raja ulat yaitu kupu kupu untuk sekedar memberi pinjaman permata yang dimilikinya. Dan ternyata permata itu adalah mahkota yang digunakan oleh kupu kupu sebagai penyeimbang keadaan hutan kabut. Dan karena niat semut yang begitu tulus kupu kupu akan meminjamkan permatanya sementara waktu untuk menyembuhkan ratu orin dengan syarat bahwa ketika ratu orin sembuh mahkotanya agar segera dikembalikan guna menjaga keseimbangan hutan kabut. Dengan perasaan gembira dan janji dari semut maka mahkota itu diberikan dan semut pulang diantar oleh kendaraan kerajaan kabut agar mereka cepat sampai di kerajaan semut.

Sesampainya di kerajaan semut mahkota pun di berikan kepada tabib kerajaan untuk memulai ritualnya menyembuhkan ratu dan dengan sekejap mantra itu dibacakan sang ratu sembuh seperti sedia kala. Betapa luar biasa permata itu, tanpa waktu yang panjang keadaan kembali seperti semula, sang ratu sangat senang karena bisa kembali sembuh dan beberapa hari setelah kesembuhan sang ratu, kerajaan semut kembali seperti semula yang aman tentram dan damai. Dan tidak lupa janjinya kesatria semut mengembalikan mahkota milik kupu kupu ke hutan kabut dan perjuangan semutpun berakhir.

ROMY JAYA SAPUTRA*
*Penulis adalah tutor untuk ekskul Karawitan di MIMHa satu tahun yang lalu (2013) dan beliau adalah seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi seni di Bandung.